Beauty Inside Video

Mengenal Kanker Ovarium | Part 1

Written by Maria Ulfah

Sebagai wanita, tentu kita sudah akrab dengan istilah kanker ovarium karena sifatnya yang menyerang organ tubuh yang hanya kita sebagai wanita miliki. Kanker ovarium atau kanker indung telur adalah kanker yang tumbuh dalam sel indung telur kita, gejalanya berupa kembung, nyeri panggul, susah makan, dan sering buang air kecil. Karena gejalanya yang sangat umum itulah penderita sering kali menyalahartikannya dengan penyakit ringan lain. Untuk para Ladies perhatikan, jika gejala-gejala tersebut terus berlangsung selama 12 kali dalam satu bulan, maka Ladies harus bersiap untuk melakukan pemeriksaaan lebih lanjut.

Meskipun penyebab sebenarnya dari penyakit ini belum diketahui dengan pasti, penelitian membuktikan bahwa wanita-wanita berusia tua yang belum pernah melahirkan, atau para wanita yang tidak subur atau mandul juga mempunyai resiko untuk menderita penyakit ini. Faktor hormon dan keturunan juga mempengaruhi resiko terjadinya kanker indung telur. Sementara itu, wanita yang mempunyai anak dan menyusui ternyata dapat mengurangi resiko terjadinya kanker indung telur secara signifikan.

Tumor ovarium diperkirakan 30% dari seluruh kanker pada sistem genitalia wanita, kira-kira 80% tumor jinak lebih sering dijumpai pada usia 20-45 tahun, tumor borderline dijumpai pada usia yang lebih tua, dan tumor ganas umumnya antara usia 45 tahun dan 65 tahun. Peningkatan insidensi kanker ini erat hubungannya dengan semakin meningkatnya usia, jumlah paritas dan penggunaan oral kontrasepsi pada negara berkembang. Angka kejadian tumor ovarium lebih rendah bila dibandingkan dengan kanker serviks dan uterus namun kanker ini memiliki mortalitas tertinggi di antara tumor ganas ginekologik.

Pada umumnya kanker ini ditemukan pada stadium lanjut, dan sebagian besar tumor sudah menyebar ke organ lain. Yang menyebabkan tumor ini demikian berbahaya bukan frekwensinya tetapi letalitasnya karena pertumbuhannya yang tidak menimbulkan gejala, itulah sebabnya tumor ini dikenal sebagai penyakit yang tumbuh diam-diam tapi mematikan (silent killer).

About the author

Maria Ulfah

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.