Health News

Konsumsi Suplemen Vitamin Tambahan, Perlukah?

Vitamin merupakan nutrisi esensial atau dasar yang tidak bisa dihasilkan oleh tubuh sendiri. Oleh karena itu tubuh memerlukan vitamin dalam jumlah tertentu dari makanan agar dapat menunjang kesehatan yang optimal.

Kebutuhun vitamin seseorang berbeda-beda yang dipengaruhi faktor usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, serta penyakit yang dialami. Dan kebutuhun vitamin sesorang dapat terpenuhi dengan pola makan yang sehat dan seimbang.

 Kebutuhan sesorang untuk mengkonsumsi vitamin dikarenakan tidak tercukupinya vitamin yang dikonsumsi hanya dari makanan saja, untuk itu diperlukan suplemen vitamin tambahan untuk mencukupi kebutuhan gizi sehari-hari.

Suplemen tambahan mungkin tidak lagi dibutuhkan apabila anda telah mengkonsumsi makanan sehat secara teratur. Jenis-jenis makanan sehat ini dapat berupa buah, sayur, daging, ikan, dan juga sumber karbohidrat. Namun, suplemen vitamin dapat dikomsumsi ketika kebutuhan meningkat atau terjadi kekurangan asupan. Misalnya ketika sakit, wanita yang sedang hamil, orang yang lanjut usia, atau sedang dalam masa pemulihan setelah sakit.

Ada beberapa hala yang harus diperhatikan untuk mendapatkan manfaat dari suplemen vitamin secara maksimal dan menghidari resikonya.

Periksa sebelum mengkonsumsi. Jika dokter memberi Anda resep suplemen vitamin atau Anda berinisiatif membelinya sendiri, setidaknya ada dua hal yang perlu Anda tanyakan, baik kepada dokter maupun kepada diri sendiri. Apakah saya benar-benar membutuhkan suplemen ini? Apa manfaat dan risiko dari mengonsumsi vitamin ini?

Jika Anda benar-benar membutuhkan atau memutuskan untuk mengonsumsi suplemen tersebut, coba perhatikan beberapa hal sebelum membelinya.

  • Disarankan bertanya terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi suatu suplemen vitamin tambahan. Hal ini berlaku terutama bagi mereka yang berusia di bawah 19 tahun, menderita penyakit tertentu, dan bagi ibu hamil atau menyusui.
  • Membaca label pada kemasan. Mulai dari dosis pemakaian, bahan-bahan yang terkandung dalam suplemen vitamin, takaran sekali konsumsi, manfaat, efek samping, dan tanggal kadaluarsa.
  • Cek apakah produk tersebut telah terdaftar di dalam data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Obat, suplemen vitamin, atau produk yang tidak terdaftar dalam data BPOM merupakan obat yang tidak mendapat izin layak jual atau konsumsi.

Tubuh manusia memang membutuhkan asupan vitamin, tapi jika dikonsumsi dalam kadar terlalu tinggi justru dapat mengganggu metabolisme keseluruhan. Hindari konsumsi suplemen vitamin terutama vitamin A, D, E, dan K dalam dosis tinggi. Vitamin A,D,E, dan K merupakan vitamin larut lemak yang jika dikonsumsi berlebihan akan dapat menumpuk di dalam jaringan tubuh sehingga menjadi racun di dalam tubuh.

About the author

Ria Anisah

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.