Food Health News

Bukan Sumber Penyakit! Inilah Manfaat Makanan manis

Rasa manis pada makanan pada umumnya diperoleh dari gula atau karbohidrat sederhana, yang terdapat di dalam buah-buahan atau yang sengaja ditambahkan pada makanan, seperti gula pasir, gula jawa, gula batu, dan lainnya. Rasa manis juga dapat diperoleh dari pemanis buatan seperti sakarin dan aspartam, yang terdapat pada sirup, gulali, permen, dan lainnya.

Mananan manis sering dianggap sebagai momok yang mengerikan, terutama bagi penderita diabetes melitus. Memang, terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi gula dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Akan tetapi jika dikonsumsi dalam batas wajar dan dari sumber yang alami, makanan manis sangat nikmat loh, Bahkan mengandung sejumlah manfaat. Simak yuk penjelasan berikut untuk kamu para Sweet mania!

  • Sumber Energi

Karbohidrat merupakan sumber energi tubuh. Agar dapat digunakan, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa yang nantinya akan mengalir melalui aliran darah ke sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Namun, tidak semua sel tubuh akan menggunakan glukosa sebagai energi. Misalkan, sel-sel di dalam otot dan hati akan menyimpan glukosa sebagai cadangan energi. Glukosa yang tersimpan tersebut akan digunakan jika tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh atau ketika tubuh kekurangan energi .

  • Meningkatkan Kemampuan Berpikir

Yang ini sih bagus buat kalian para pelajar! Glukosa adalah bahan bakar untuk otak, itulah mengapa mengonsumsi makanan manis dapat meningkatkan proses berpikir, konsentrasi, dan daya ingat. Apabila kandungan glukosa di dalam hati dan otot habis, tubuh akan menggunakan lemak dan protein untuk mendapatkan energi. Ketika lemak dan protein habis, tubuh akan menggunakan otot untuk mendapatkan tenaga. Hal ini lah yang membuat seseorang merasa lemas, mudah lelah, dan kehilangan konsentrasi apabila kekurangan gula.

  • Memperbaiki Mood

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa terjadi perubahan kimia yang terjadi di otak setelah seseorang mengonsumsi makanan manis, seperti cokelat. Makanan manis dapat membuat otak melepaskan hormon serotonin yang dapat membantu menstabilkan suasana hati dan mencegah depresi. Makanan manis dapat mengaktifkan pusat kesenangan di otak, meningkatkan produksi hormon dopamin yang dapat membuat seseorang merasa bahagia setelah mengonsumsinya. Jadi, tidak mengherankan jika beberapa orang akan memilih makanan manis, seperti cokelat dan es krim di saat mereka sedang bersedih.

Makanan manis memang bisa memberikan manfaat untuk tubuh. Tapi, apabila jumlahnya terlalu banyak, makanan manis justru bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti diabetes, obesitas, dan kerusakan gigi.

Untuk mendapatkan manfaat makanan manis, Anda perlu membatasi konsumsi gula agar tetap memiliki kadar gula darah di ambang batas normal. Anda juga dianjurkan untuk memeriksa kadar gula darah Anda secara rutin agar dapat melakukan diagnosa sedini mungkin apabila Anda berisiko terkena penyakit yang berhubungan dengan gula, seperti diabetes.

About the author

Ria Anisah

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.